Peringatan Harpram ke 47 Tahun 2008

11 09 2008

SBY: Saya Tidak Ingin Gerakan Pramuka Tidak Penting Lagi di Indonesia

rusman joni/presidensby.info)

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kamis (14/8) sore, menghadiri upacara Peringatan Hari Pramuka ke-47 di Lapangan Gajah Mada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Dalam upacara yang dihadiri kurang lebih 2.250 anggota Pramuka tersebut, Presiden SBY menjadi Pembina Upacara.

Tampak hadir bersama dengan Presiden di dalam acara yang bertemakan “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional Kita Pacu Perkembangan Gerakan Pramuka”, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar. Dengan tema tersebut di atas, diharapkan gerakan Pramuka dapat berkembang sebagai lembaga pendidikan yang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh.

Presiden SBY selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Melati dan Dharma Bakti kepada para penerima. Mereka yang menerima Lencana Melati merupakan tokoh-tokoh pandu Asia Pasifik. Mereka adalah Jenderal TNI Djoko Santoso, Fasli Jalal, Hon Jejomar C. binay, Pehin Dato Seri Paduka Awang Mohd Ali Daud, Abdullah Rasheed, Yaacob Bin Haji A. Karim, Abdul Kader Bin Haji Mhd Nor, dan Wahidin Halim. Kemudian Abdul Hafiz Hasibuan, L. Rumadas, Amirul Tamim, Stefanus Vreeke Runtu, Ridwan Effendi, Mahrus Amin, Wan Abubakar, Hanny Sondakh, Tamotsu Inoue serta Idris Rahim.

Sementara itu, enam orang yang menerima Lencana Dhara Bakti adalah Ridwan Suwidi, M. R. Kambu, Satono S. P., Imdaad Hamid dan Marwan Hasmen. Selain itu, Pungkas Tri Baruno, salah seorang Tim Ekspedisi Tunas Indonesia yang wafat setelah berhasil menancapkan bendera Merah Putih dan bendera Gerakan Pramuka di Gunung McKinley, Alaska, Amerika Serikat, juga dianugerahi Lencana Darma Bakti.

Presiden SBY bertekad untuk mensukseskan revitalisasi gerakan Pramuka. “Karena saya tidak ingin gerakan Pramuka tidak penting lagi di Indonesia. Saya juga tidak ingin Pramuka jadi melempem, kurang semangat dan apa adanya,” kata Presiden.

Presiden SBY mengungkapkan bahwa Pramuka sangat penting serta tetap relevan dengan perkembangan jaman. “Walaupun globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia adalah faktor penentu utama. Oleh karena itu, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, bukam hanya pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga yang tangguh kepribadiannya, baik budi pekertinya,” jelas SBY.

Presiden berharap Pramuka dapat maju dan berkembang. “Melahirkan tunas-tunas bangsa yang akan membangun bangsa kita, menuju masa depan yang lebih baik,” ujar SBY.

Selain itu, agar revitalisasi Gerakan Pramuka sukses, Presiden SBY meresmikan Pendidikan Bela Negara untuk 146 orang dari seluruh Indonesia. “Untuk menanamkan jiwa bela negara sebagai generasi bangsa,” ujar Presiden.

Kepada seluruh anggota Pramuka, Presiden SBY berpesan agar mereka selalu memperkuat organisasi serta manajemen kepramukaan, selalu memantapkan gugus depan berbasis sekolah serta wilayah. Lalu memantapkan prinsip dasar serta metode kepramukaan dan memantapkan tekad dan semangat anggota Pramuka sebagai satu bangsa.

Kepada para menteri, Presiden SBY juga menginstruksikan untuk terus memberikan dukungan dan fasilitas nyata kepada Gerakan Pramuka, termasuk pendanaan.

Akhirnya, kepada orang tua almarhum Pungkas, Presiden SBY mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam serta memberikan pernghargaan yang tinggi atas perjuangan almarhum. “Kita semua bangga atas patriotisme Pungkas Tri Baruna dan namanya akan terukir abadi dalam kisah perjuangan bangsa,” kata SBY.

Layaknya upacara Pramuka, upacara tersebut diakhiri dengan menyanyikan Hymne Satya Dharma Pramuka, pembacaan doa serta ditutup dengan penghormatan pasukan kepada pembina upacara. (mit)




Sumanto Nasehati Anggota Pramuka

25 08 2007

TAK dinyana, ternyata Sumanto masih menjadi magnet bagi warga Purbalingga. Hal itu terlihat ketika SMK Muhammadiyah Bobotsari mengundangnya dalam roadshow Gerebek Indonesia Merdeka 2007 di lapangan Desa Pekiringan, Sabtu (4/8).

Ketika itu, Kepala SMK Fauzan Anwar sedang menyampaikan sambutan. Masyarakat yang berkumpul di lapangan masih duduk menyebar. Namun begitu mobil yang ditumpangi Sumanto dan pengasuhnya KH Supono Mustajab datang, mereka bergegas beranjak dari duduknya.

Dan ketika rombongan itu keluar dari mobil kemudian duduk di deretan kursi tamu undangan, masyarakat langsung berjubel rapat mengelilingi area itu. Sampai-sampai Fauzan sempat menghentikan sambutannya karena tidak mengira respon warga seperti itu saat melihat Sumanto.

Penampilan manusia unik itu mengundang senyum. Pemakan mayat Ny Rinah beberapa tahun silam itu memakai seragam pramuka, lengkap dengan topi petnya. Namun wajahnya terlihat sangar karena rambutnya gondrong. Kumisnya tebal tetapi tidak rapi.

Ketika dipersilakan naik ke panggung, Supono dan rombongannya harus bersabar menunggu Sumanto menyelesaikan aktivitasnya. Ya, warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon itu belum selesai melinting rokok tingwe (ngelinting dewek). Ketika ditawari rokok bungkusan, dia menolak.

Dia kembali mengundang senyum ketika diberi kesempatan untuk menasehati 450 anggota pramuka penegak dari SMK Muhammadiyah Bobotsari itu. Dengan mantap, dia menyebut mereka adik-adik pramuka siaga. Padahal pramuka siaga itu adalah para siswa SD.

Seperti biasanya, Sumanto kalau ngomong banyak yang tidak nyambung. Kalimatnya banyak yang tidak tertata, pating pecotot, sehingga terkesan asal bunyi. “Jadi pramuka itu harus disiplin dan jujur. Pramuka Siaga tidak hanya bertempur secara fisik tetapi juga ekonomi,” katanya.

Pun di saat dia mengajak menyanyikan “Di Sini Sedang di Sana Senang”, warga tidak bisa mengikutinya. Bahkan malah bengong. Sebab belum saatnya masuk reff: Lalalala…, dia sudah lalalala dulu. Lalu tiba-tiba tanpa riting, dia bernyanyi entah judulnya apa tetapi seperti orang nembang Jawa.

Sumanto nampaknya menyadari pendengarnya bingung mendengarkannya. “Maaf, saya ini tidak ada persiapan memberi ceramah di depan adik-adik siaga. Jadinya saya gelagepan seperti ini. Karena itu saya akhiri saja,” katanya tiba-tiba sambil mengembalikan mik ke tempatnya. (Sumber : Suara Merdeka)




Perbaikan/Pengisian Data

29 04 2007

Terima kasih atas kesediaan anda untuk membuka website ini. Mohon maaf apabila belum dapat menyajikan secara lengkap karena masih dalam proses perbaikan dan pengisian data. Selain itu masih jauh dari harapan, mengingat masih dalam taraf belajar, belajar sambil bekerja dan bekerja sambil belajar. Kita berharap website ini dapat bermanfaat khususnya para pemerhati Generasi Muda, para Pelatih dan Pembina Pramuka serta seluruh anggota Gerakan Pramuka di berbagai pelosok Nusantara, maupun luar negeri. Sumbangan Pemikiran, saran dan kritik dapat anda sampaikan disini.
Sekali lagi mohon maaf atas kekurangnyaman ini.
Terima kasih atas perhatiannya.

Tim Pengelola.




Doa Seorang Prajurit

26 04 2007

doa-seorang-prajurit-1.gif

(Selengkapnya di halaman Aneka Gallery/essay)




Selamat Datang Di Sanggar In & Out Door Games

24 02 2007

 Media pramuka ini dipergunakan sebagai wadah kretifitas dan berkarya bagi generasi muda yang memiliki dedikasi di bidang kepramukaaan. In & Out Door Games diharapkan dapat membantu dalam menciptakan kegiatan yang menarik, menantang dan menyenangkan serta mengandung pendidikan.
Kwalitas pendidikan kepramukaan harus semakin berkembang seiring perkembangan jaman dan tehnologi, untuk itu hendaknya kegiatan yang mengarah pada hukuman fisik, gojlokan dan lain lainnya yang berlindung di balik adat atau kreatifitas harus mulai ditinggalkan. In & Out door Games merupakan salah satu solusi handal dalam menarik simpati kaum muda untuk berpramuka. Salam Pramuka.