Sumanto Nasehati Anggota Pramuka

25 08 2007



TAK dinyana, ternyata Sumanto masih menjadi magnet bagi warga Purbalingga. Hal itu terlihat ketika SMK Muhammadiyah Bobotsari mengundangnya dalam roadshow Gerebek Indonesia Merdeka 2007 di lapangan Desa Pekiringan, Sabtu (4/8).

Ketika itu, Kepala SMK Fauzan Anwar sedang menyampaikan sambutan. Masyarakat yang berkumpul di lapangan masih duduk menyebar. Namun begitu mobil yang ditumpangi Sumanto dan pengasuhnya KH Supono Mustajab datang, mereka bergegas beranjak dari duduknya.

Dan ketika rombongan itu keluar dari mobil kemudian duduk di deretan kursi tamu undangan, masyarakat langsung berjubel rapat mengelilingi area itu. Sampai-sampai Fauzan sempat menghentikan sambutannya karena tidak mengira respon warga seperti itu saat melihat Sumanto.

Penampilan manusia unik itu mengundang senyum. Pemakan mayat Ny Rinah beberapa tahun silam itu memakai seragam pramuka, lengkap dengan topi petnya. Namun wajahnya terlihat sangar karena rambutnya gondrong. Kumisnya tebal tetapi tidak rapi.

Ketika dipersilakan naik ke panggung, Supono dan rombongannya harus bersabar menunggu Sumanto menyelesaikan aktivitasnya. Ya, warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon itu belum selesai melinting rokok tingwe (ngelinting dewek). Ketika ditawari rokok bungkusan, dia menolak.

Dia kembali mengundang senyum ketika diberi kesempatan untuk menasehati 450 anggota pramuka penegak dari SMK Muhammadiyah Bobotsari itu. Dengan mantap, dia menyebut mereka adik-adik pramuka siaga. Padahal pramuka siaga itu adalah para siswa SD.

Seperti biasanya, Sumanto kalau ngomong banyak yang tidak nyambung. Kalimatnya banyak yang tidak tertata, pating pecotot, sehingga terkesan asal bunyi. “Jadi pramuka itu harus disiplin dan jujur. Pramuka Siaga tidak hanya bertempur secara fisik tetapi juga ekonomi,” katanya.

Pun di saat dia mengajak menyanyikan “Di Sini Sedang di Sana Senang”, warga tidak bisa mengikutinya. Bahkan malah bengong. Sebab belum saatnya masuk reff: Lalalala…, dia sudah lalalala dulu. Lalu tiba-tiba tanpa riting, dia bernyanyi entah judulnya apa tetapi seperti orang nembang Jawa.

Sumanto nampaknya menyadari pendengarnya bingung mendengarkannya. “Maaf, saya ini tidak ada persiapan memberi ceramah di depan adik-adik siaga. Jadinya saya gelagepan seperti ini. Karena itu saya akhiri saja,” katanya tiba-tiba sambil mengembalikan mik ke tempatnya. (Sumber : Suara Merdeka)


Actions

Information


Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image